ADANU – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan prima bagi masyarakat.
Tidak ingin hanya berpangku tangan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M., melakukan langkah strategis dengan menggandeng Pemerintah Pusat guna menarik dukungan anggaran dan program nasional ke “Tanah Pilih Pusako Betuah”.
Langkah konkret ini terlihat saat Wali Kota Maulana melakukan kunjungan kerja resmi ke Kantor Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI di Jakarta, Kamis (23/04/2026). Dalam kunjungan tersebut, Maulana didampingi Ketua Umum Forum Kota Jambi Sehat (FKJS), Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.OG., serta jajaran pejabat eselon di lingkungan Pemkot Jambi.
Kedatangan rombongan Pemerintah Kota Jambi disambut langsung oleh Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P(K).
Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut menjadi ajang bagi Wali Kota Maulana untuk memaparkan keberhasilan indikator kesehatan Kota Jambi yang mengalami tren positif secara signifikan.
Di hadapan Wamenkes, Maulana memaparkan bahwa Kota Jambi telah berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 99,91% pada tahun 2025.
Angka ini menunjukkan bahwa hampir seluruh penduduk Kota Jambi telah memiliki jaminan kesehatan. Selain itu, ia juga mengekspos keberhasilan program cek kesehatan gratis dan penurunan prevalensi stunting yang menjadi fokus nasional.
Namun, fokus utama dalam pertemuan kali ini adalah akselerasi penanganan kasus Tuberkulosis (TBC). Maulana menegaskan bahwa Pemkot Jambi memerlukan dukungan pusat untuk menekan angka penyakit menular ini.
“Dari hasil diskusi hari ini, Bapak Wamenkes memberikan respons yang sangat luar biasa. Beliau menyatakan kesediaannya untuk turun langsung ke Kota Jambi guna meninjau penanganan TBC. Kami bersepakat untuk memperketat proses tracing terhadap mereka yang menderita TBC,” ujar Maulana usai pertemuan.
Ia menambahkan bahwa nantinya setiap warga yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC akan menjalani pemeriksaan intensif. Teknologi medis terbaru pun akan dikerahkan untuk mendukung langkah ini.
“Kita akan menggunakan alat radiografi portabel untuk mempercepat deteksi di lapangan. Ini adalah langkah strategis kami agar mata rantai penularan TBC di Kota Jambi dapat kita putus sesegera mungkin,” tegasnya.

































































Discussion about this post