ADANU – Kesunyian masih menyelimuti sebuah rumah kontrakan di Lorong Kamboja RT 10 RW 04, Kelurahan Rano, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Di lokasi yang dikenal warga sebagai Azi Kost itu, garis polisi masih membentang, menandakan penyelidikan atas kematian seorang anggota Polres Tanjabtim berpangkat Brigadir Polisi belum usai.
Bangunan permanen yang memiliki empat pintu kontrakan tersebut menjadi perhatian sejak korban ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (18/7/26).
Tak hanya bagian depan bangunan, polisi juga memasang garis pembatas di area belakang kontrakan. Hingga kini, kepolisian belum menjelaskan keterkaitan lokasi tersebut dengan penyelidikan maupun hasil olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pantauan di lokasi menunjukkan suasana yang relatif lengang. Beberapa rumah di sekitar kontrakan tampak tertutup dan tidak berpenghuni. Warga yang ditemui pun memilih berhati-hati dalam memberikan keterangan, sembari menunggu hasil penyelidikan resmi dari pihak kepolisian.
Salah seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi mengaku mengenal korban sebagai sosok yang ramah. Menurutnya, brigadir tersebut kerap menyapa warga ketika berada di kontrakan dan tidak pernah menunjukkan gelagat yang mencurigakan.
Warga itu juga mengaku sempat mendengar suara menyerupai teriakan sekitar pukul 03.00 WIB pada Sabtu dini hari. Namun, karena tidak mengetahui asal suara tersebut, ia menganggapnya sebagai kejadian biasa dan tidak menaruh curiga.
Menjelang waktu subuh, lampu di bagian depan kontrakan disebut sudah padam. Hanya satu lampu yang masih menyala, sementara salah satu pintu kamar terlihat dalam keadaan terbuka. Kondisi itu pun tidak menarik perhatian warga hingga beberapa jam kemudian, ketika kabar meninggalnya korban menyebar dan lokasi mendadak dipenuhi aparat serta warga.
Kapolres Tanjung Jabung Timur AKBP Ade Candra mengatakan, kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Penyidik masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap secara jelas peristiwa yang menyebabkan meninggalnya anggota polisi tersebut.
“Baru dugaan, kita lakukan penyelidikan untuk perkembangan akan kita kabari,” singkatnya, Selasa (21/7/26).
Di tengah proses penyelidikan, berbagai spekulasi bermunculan di tengah masyarakat. Mulai dari dugaan adanya tindak pidana hingga isu yang menyebut keterlibatan sesama anggota kepolisian.
Bahkan, beredar pula informasi bahwa sejumlah orang telah diamankan.
Namun hingga kini, seluruh informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi, penyebab kematian, maupun pihak-pihak yang diduga terlibat.
































































Discussion about this post