ADANU – Fakultas Dakwah Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin (UIN STS) Jambi menunjukkan keseriusannya dalam menyiapkan kader pemimpin masa depan.
Melalui Pendidikan dan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (Diklatpimda) yang digelar pada Kamis (2/7/26), sebanyak 50 mahasiswa dari berbagai program studi dibekali kemampuan kepemimpinan, manajemen organisasi, hingga kepedulian terhadap lingkungan.
Diklatpimda ini tak sekadar menjadi agenda rutin kemahasiswaan. Fakultas Dakwah UIN Jambi merancang kegiatan tersebut sebagai ruang pembentukan karakter, penguatan kapasitas organisasi, dan penanaman kesadaran ekologis bagi mahasiswa sebagai calon pemimpin masa depan.
Dekan Fakultas Dakwah UIN STS Jambi, Prof. Dr. Ahmad Syukri, S.S., M.Ag., menjelaskan bahwa kepemimpinan bukan semata soal jabatan, tetapi tentang kemampuan menggerakkan orang lain dengan pendekatan yang humanis.
“Mahasiswa harus melatih jiwa kepemimpinan sejak dini agar mampu menjadi pemimpin yang memiliki nilai-nilai kemanusiaan. Pemimpin yang hebat adalah mereka yang bisa menggerakkan semua orang tanpa membuat orang lain merasa terpaksa,” ujar Ahmad Syukri saat membuka kegiatan.
Menurutnya, mahasiswa harus mulai membangun karakter kepemimpinan sejak di bangku kuliah. Selain menjadi bekal dalam organisasi, kemampuan itu juga penting untuk menghadapi tantangan di tengah masyarakat dan dunia kerja.
Semangat yang sama juga disampaikan Abdul Ghafur selaku perwakilan pelaksana kegiatan.
Ia menyebut Diklatpimda sebagai ruang penting untuk menyiapkan estafet kepemimpinan organisasi mahasiswa di lingkungan kampus.
“Melalui Diklatpimda ini, kami berharap lahir pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya aktif di organisasi, tetapi juga mampu membawa perubahan dan memiliki tanggung jawab sosial,” ujarnya.
Yang menarik, Diklatpimda tahun ini mengusung tema “Kepemimpinan Eko-Taktis: Membumikan Pikiran Rakyat, Menegaskan Tindakan Raja dalam Deklarasi Taubat Ekologi.” Tema tersebut menegaskan bahwa kepemimpinan mahasiswa tidak cukup hanya dibangun lewat kemampuan manajerial, tetapi juga harus dibarengi kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan.
Untuk memperkuat kapasitas peserta, panitia menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai latar belakang. Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Dr. Wien Arifin, hadir membawakan materi tentang transformasi karakter dari anggota menjadi eksekutif. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya karakter adaptif, kemampuan memilih gaya kepemimpinan, hingga kecakapan membagi waktu antara kuliah dan organisasi.
Sementara itu, Hafizen, M.Sc., memberikan materi tentang teknik komunikasi birokrasi. Dalam sesi ini, peserta dibekali strategi membangun relasi, melobi sponsor, mengaktifkan anggota yang pasif, hingga menyelesaikan konflik internal organisasi.
Adapun Ketu Dewan mahasiswa (DEMA) UIN STS Jambi memperkaya pelatihan melalui materi teknik analisis SWOT. Lewat materi itu, peserta dilatih membaca kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan organisasi, sekaligus menyusun program kerja yang terukur dan tepat
sasaran.
Tak berhenti pada sesi kelas, semangat “eko-taktis” dalam Diklatpimda ini juga diwujudkan melalui aksi nyata. Kegiatan ditutup dengan penanaman pohon yang dipimpin langsung Wakil Dekan III Fakultas Dakwah UIN STS Jambi, Dr. M. Junaidi Habe, M.Si.
Sebelum penanaman pohon dilakukan, Junaidi mengingatkan para peserta agar seluruh teori dan materi yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun sosial.
“Praktikkan teori-teori yang didapatkan hari ini. Mahasiswa hari ini harus mampu membekali dirinya dengan soft skill yang kuat agar memiliki daya saing yang tinggi di dunia global,” katanya.
Melalui Diklatpimda ini, Fakultas Dakwah UIN Jambi berharap lahir generasi mahasiswa yang tidak hanya cakap secara intelektual dan organisatoris, tetapi juga memiliki kepekaan sosial serta komitmen terhadap kelestarian lingkungan.
Ada 50 peserta yang mengikuti pelatihan ini diharapkan menjadi calon pemimpin muda yang tangguh, adaptif, dan siap membawa perubahan di masa depan.

































































Discussion about this post