ADANU – Usai kegiatan coffee morning bersama Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi bersama Dinas Perhubungan Provinsi Jambi dan sejumlah organisasi masyarakat di salah satu kafe di Kota Jambi, suasana justru memanas.
Kritik keras datang dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Peduli Lalu Lintas Batu Bara (MPLLBB).
Ketua MPLLBB, Susan Wati, secara terbuka melontarkan sejumlah tuntutan tajam kepada Ditlantas Polda Jambi.
Dia menilai masih banyak persoalan di lapangan yang belum diselesaikan, bahkan cenderung merugikan masyarakat kecil.
Susan menegaskan bahwa pihaknya meminta pengakuan resmi dari instansi terhadap keberadaan MPLLBB yang selama ini aktif di lapangan.
“Kami ingin ada pengakuan dari instansi. Kami ini bekerja membantu di lapangan, tapi seolah tidak dianggap,” tegasnya.
Selain itu, ia juga menuntut keadilan bagi masyarakat yang berada di bawah naungan MPLLBB. Menurutnya, para pekerja di sektor lalu lintas angkutan batu bara kerap berada dalam posisi yang tidak terlindungi.
“Keadilan harus ditegakkan. Jangan masyarakat kecil terus jadi korban,” ujarnya.
Ia juga meminta adanya kepastian bagi masyarakat yang tergabung dalam MPLLBB agar dapat bekerja dengan aman tanpa tekanan maupun intimidasi.
Tak kalah penting, Susan menyoroti minimnya transparansi dari pihak perusahaan angkutan batu bara. Ia menilai keterbukaan menjadi kunci untuk mencegah konflik di lapangan.
“Perusahaan harus transparan. Ini menyangkut banyak kepentingan, jangan ada yang ditutup-tutupi,” katanya.
Sorotan paling keras disampaikan terkait dugaan adanya pungutan liar oleh oknum berseragam saat masyarakat bekerja di jalan. Ia meminta agar praktik tersebut dihentikan secara tegas.
“Kami tidak mau lagi ada pungutan dari oknum berseragam. Ini harus dihentikan dan ditindak,” tegas Susan.
Dalam kesempatan itu, Susan juga menjelaskan bahwa keberadaan MPLLBB bukan tanpa dasar. Organisasi ini hadir sebagai wadah partisipasi masyarakat yang berfokus pada pengaturan, pengawasan, serta pendampingan lalu lintas, khususnya dalam kegiatan hauling batu bara.
MPLLBB bertujuan membantu menciptakan arus lalu lintas yang tertib, aman, dan terkoordinasi, sekaligus menjembatani kepentingan antara perusahaan transportir, pemerintah, aparat terkait, dan masyarakat setempat.
Dengan berlandaskan kepedulian sosial, prinsip keselamatan, serta komitmen terhadap ketertiban umum, MPLLBB diharapkan mampu memberikan kontribusi positif dalam meminimalkan dampak negatif aktivitas hauling batu bara.
Selain itu, organisasi ini juga berperan dalam mendorong terciptanya hubungan yang harmonis antara dunia usaha dan masyarakat.
Pernyataan keras dari MPLLBB ini menjadi tamparan bagi Ditlantas Polda Jambi. Forum yang semula diharapkan menjadi ruang sinergi, justru membuka berbagai persoalan di lapangan yang dinilai belum terselesaikan dan masih membebani masyarakat.

































































Discussion about this post