ADANU – Kepala Kejaksaan Tinggi Jambi, Sugeng Hariadi secara resmi membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Kejaksaan Tinggi Jambi Tahun 2025 yang berlangsung di Aston Hotel Jambi, Senin (8/12/25).
Kegiatan tersebut dihadiri Wakajati Jambi, para Asisten, Kabag TU, para Kajari se-Provinsi Jambi, para Koordinator, serta pejabat eselon IV dari Kejati dan Kejari se-Jambi.
Tahun ini, Rakerda mengusung tema “Optimalisasi Perencanaan dan Penganggaran Kejaksaan untuk Transformasi Penegakan Hukum Modern Menuju Indonesia Emas.”
Dalam sambutannya, Kajati Jambi menegaskan bahwa Rakerda merupakan agenda strategis untuk menyelaraskan kebijakan nasional dengan implementasi program di daerah, sekaligus memastikan keseragaman arah, target, dan prioritas pada seluruh satuan kerja.
“Forum ini menjadi ruang penting bagi kita untuk melakukan evaluasi objektif dan konstruktif terhadap kinerja institusi, sekaligus mengukur kesiapan organisasi dalam menjawab tantangan hukum ke depan,” ujar Kajati Jambi.
Pelaksanaan Rakerda 2025 merupakan tindak lanjut dari Pedoman Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2022 serta Instruksi Jaksa Agung RI Nomor B-191/A/CR.2/11/2025 yang menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan, termasuk kesiapan menghadapi dinamika penegakan hukum, penerapan KUHP Nasional, serta penguatan koordinasi lintas lembaga.
Setelah dibuka secara resmi, Rakerda berlanjut dengan pemaparan capaian kinerja semester I dan proyeksi semester II oleh para Asisten Kejati Jambi, disusul penyampaian kinerja dari perwakilan Kajari tipe A dan tipe B.
Pada kesempatan tersebut, Kajati Jambi juga memberikan penghargaan kepada satuan kerja berprestasi sepanjang tahun 2025.
Rakerda tahun ini diselaraskan dengan siklus perencanaan dan penganggaran untuk memperkuat kinerja satuan kerja, sekaligus menghimpun usulan program dan kebutuhan riil tahun 2027 yang selaras dengan RPJMN, Renstra, dan program prioritas nasional.
Melalui forum ini, Kejati Jambi menegaskan komitmennya membangun perencanaan yang akuntabel, terukur, dan transparan, demi mewujudkan penegakan hukum yang modern, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

































































Discussion about this post