ADANU – Kapolres Merangin, AKBP Kiki Firmansyah Effendi, kembali menegaskan komitmen institusinya dalam mewujudkan proses rekrutmen anggota Polri yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik percaloan maupun suap.
Melalui imbauan yang disampaikan kepada masyarakat, Kapolres menekankan bahwa seluruh tahapan penerimaan anggota Polri tidak dipungut biaya atau gratis.
Ia meminta masyarakat, khususnya para calon peserta, agar tidak mudah percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu.
Menurutnya, praktik calo tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga mencederai prinsip keadilan dan integritas dalam proses seleksi.
Oleh karena itu, pihaknya mengajak seluruh calon anggota Polri untuk mengedepankan kemampuan diri sendiri serta mempersiapkan diri secara maksimal.
“Bebas dari calo, prestasi tanpa suap” menjadi semangat yang terus digaungkan dalam proses rekrutmen, guna memastikan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama untuk lolos berdasarkan kemampuan dan usaha masing-masing.
“Masuk polisi itu gratis. Jangan percaya calo, percaya pada kemampuan diri sendiri,” kata Kapolres Merangin.
Kapolres juga menegaskan bahwa pengawasan dalam setiap tahapan seleksi dilakukan secara ketat guna mencegah adanya penyimpangan.
Jika ditemukan adanya praktik percaloan, pihaknya tidak akan segan untuk mengambil tindakan tegas sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Kami pastikan seluruh proses rekrutmen Polri berjalan bersih, transparan, dan tanpa pungutan biaya.” tambahnya.
Dengan adanya komitmen tersebut, diharapkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri semakin meningkat, serta mampu melahirkan anggota Polri yang profesional, berintegritas, dan siap mengabdi kepada masyarakat.

































































Discussion about this post