ADANU – Bea Cukai Jambi terus mendorong pertumbuhan industri berorientasi ekspor melalui pemanfaatan fasilitas fiskal.
Komitmen tersebut ditunjukkan dengan menghadiri ekspor perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha setelah perusahaan resmi memperoleh fasilitas Kawasan Berikat.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Kanwil DJBC Sumatera Bagian Timur, Kanwil DJPB Provinsi Jambi, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jambi, Bea Cukai Palembang, KPP Pratama Jambi Telanaipura, serta KPP Pratama Pelayangan.
Fasilitas Kawasan Berikat merupakan instrumen fiskal pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri nasional.
Melalui fasilitas ini, perusahaan memperoleh berbagai kemudahan kepabeanan, di antaranya penangguhan bea masuk serta fasilitas perpajakan atas pemasukan bahan baku yang akan diolah, dirakit, atau digunakan untuk kepentingan ekspor.
Kepala Kantor Bea Cukai Jambi mengatakan, ekspor perdana tersebut menjadi momentum untuk mengukur manfaat nyata fasilitas fiskal terhadap aktivitas ekonomi di daerah.
“Hari ini yang kita lepas bukan sekadar ekspor. Ini adalah ekspor perdana PT Kurnia Tunggal Nugraha setelah memperoleh fasilitas Kawasan Berikat. Bagi Bea Cukai Jambi, ini menjadi awal untuk melihat apakah fasilitas yang diberikan negara benar-benar dapat diterjemahkan menjadi kegiatan ekonomi yang lebih besar,” ujarnya.
Menurutnya, meski PT Kurnia Tunggal Nugraha telah lama menjalankan aktivitas produksi, status Kawasan Berikat diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses bisnis sekaligus membuka peluang ekspansi perusahaan.
Bea Cukai, lanjutnya, akan tetap menjaga keseimbangan antara pemberian fasilitas dan fungsi pengawasan.
“Peran kami ada dua dan keduanya harus berjalan bersama: melayani sekaligus mengawasi. Kami memberikan kemudahan kepada perusahaan yang memenuhi persyaratan, tetapi pengawasan, IT inventory, administrasi, dan akuntabilitasnya juga harus tetap kuat,” katanya.
Ia menegaskan, keberhasilan fasilitas fiskal tidak hanya diukur dari sisi administratif, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian daerah.
“Fasilitas bukan tujuan akhir. Fasilitas harus menjadi economic enabler mendorong investasi, ekspor, lapangan kerja, dan nilai tambah bagi Jambi, dengan pengawasan yang tetap kuat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bea Cukai Jambi ingin memastikan fasilitas yang diberikan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi dunia usaha dan perekonomian daerah.
“Kami ingin memastikan kehadiran Bea Cukai memberikan nilai tambah yang nyata bagi perekonomian, bukan hanya menyelesaikan proses administrasi,” imbuhnya.
Ekspor perdana melalui fasilitas Kawasan Berikat ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong iklim investasi dan hilirisasi industri di Provinsi Jambi.
Sinergi pemerintah dan dunia usaha diharapkan dapat memperkuat rantai pasok, meningkatkan ekspor, serta membuka peluang penyerapan tenaga kerja.
“Harapan kami, ekspor hari ini bukan menjadi titik akhir, tetapi titik awal. Industri tumbuh, ekspor meningkat, lapangan kerja bertambah, ekonomi Jambi bergerak dan semuanya tetap dalam tata kelola dan pengawasan yang baik,” pungkasnya.






























































Discussion about this post