ADANU – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), diwujudkan Komunitas Indonesia Peduli Sesama Jambi melalui aksi penggalangan dana di Kota Jambi.
Kegiatan bertajuk “Solidaritas Aksi Peduli Gempa Flores NTT” tersebut akan dipusatkan di kawasan Tugu Keris, Kotabaru, Kota Jambi. Penggalangan dana dijadwalkan berlangsung pada Jumat (28/8/26), Minggu (30/8/2026), serta 4, 5 dan 6 September 2026, mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.
Penanggung jawab kegiatan, Stepanus Hendra, yang juga Ketua Bintang Timur Indonesia (BTI) Provinsi Jambi, mengatakan aksi tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jambi terhadap saudara-saudara mereka yang terdampak bencana di Flores.
Menurutnya, bantuan yang terkumpul nantinya diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak sekaligus mendukung proses pemulihan pascabencana.
“Sekecil apa pun bantuan yang diberikan, sangat berarti bagi mereka yang sedang membutuhkan,” ujar Hendra, Kamis (27/8/26).
Ia menegaskan, kepedulian terhadap korban bencana tidak harus selalu diwujudkan melalui bantuan dalam jumlah besar. Dukungan yang diberikan secara bersama-sama dan gotong royong dapat menjadi kekuatan bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.
Karena itu, Komunitas Indonesia Peduli Sesama membuka kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat, komunitas, seniman, budayawan, aktivis, organisasi, dunia usaha maupun berbagai elemen lainnya untuk ikut berpartisipasi.
“Kegiatan ini bukan sekadar upaya mengumpulkan bantuan, tetapi juga menjadi cara untuk menjaga semangat solidaritas dan persaudaraan antarmasyarakat di tengah situasi bencana,” jelasnya.
Komunitas Indonesia Peduli Sesama merupakan wadah yang menghimpun penggiat seni dan budaya serta aktivis yang memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial dan kemanusiaan.
Hendra berharap aksi tersebut mendapat dukungan luas dari masyarakat Jambi sehingga bantuan yang terkumpul dapat memberikan manfaat bagi warga Flores yang terdampak gempa.
“Kepedulian terhadap sesama dapat dimulai dari langkah sederhana. Ketika dilakukan bersama, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi dukungan bagi saudara-saudara kita yang sedang berusaha bangkit setelah bencana,” pungkasnya.

































































Discussion about this post