ADANU – Tim Kejar Subdit Pengejaran Direktorat Penindakan dan Pengejaran Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) berhasil menangkap RTS Siska Anggraini, perempuan yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) BNNP Jambi. Siska diduga merupakan salah satu pengendali jaringan narkotika di wilayah Jambi dan disebut sebagai “ratu narkoba” dalam jaringan tersebut.
Siska ditangkap pada Kamis, 1 Oktober 2026, sekitar pukul 16.18 WIB, di kawasan Kampung Kecil Bandung, Jalan Terusan Perintis No. 140, Kelurahan Sarijadi, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat.
Penangkapan dilakukan berdasarkan DPO BNNP Jambi Nomor DPO/04/VII/KBD/PB.01.03./2026/BNNP.
Usai menangkap Siska, tim melakukan pengembangan dengan menggeledah sebuah rumah di kawasan Grand Apple Blok Gala 7 No. 14, Rancamulya, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Bandung.
Dari hasil penggeledahan, petugas menemukan sejumlah buku tabungan. Namun, tidak ditemukan barang bukti narkotika di lokasi tersebut.
Siska kemudian amankan untuk menjalani pemeriksaan dan interogasi lebih lanjut. Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami perannya dalam jaringan narkotika, termasuk menelusuri sumber barang serta pihak yang diduga menjadi pengendali jaringan di wilayah Jambi.
Petugas juga mendalami keterkaitan Siska dengan tersangka Imam Rapid yang sebelumnya ditangkap oleh BNNP Jambi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Siska diduga telah menjalankan aktivitas dalam jaringan tersebut sejak 2023. Dalam satu bulan, peredaran narkotika jenis sabu yang dikaitkan dengan jaringan tersebut disebut mencapai sekitar 3 hingga 5 kilogram.
Penangkapan terhadap Siska dipimpin Kasubdit Kejar BNN RI Kombes Pol Yuyan Priatmaja. Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti nonnarkotika.
Barang bukti tersebut antara lain satu unit handphone, kartu identitas, sejumlah perhiasan, uang tunai, buku tabungan, serta satu unit mobil Toyota Innova 2.4 M/T Diesel tahun 2026 dengan nomor polisi B 2266 WFH RTS Siska Anggraini
Saat ini, penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mengungkap lebih jauh peran Siska dalam jaringan narkotika tersebut serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.




























































Discussion about this post