ADANU – Brigjen Benny Ali kembali ke lingkar jabatan strategis Polri. Perwira tinggi yang sempat dicopot dari posisi kunci di Divisi Propam akibat imbas kasus Ferdy Sambo itu kini dipercaya mengemban jabatan Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Jambi, menggantikan Brigjen Pol M. Mustaqim.
Penunjukan Benny Ali menjadi Wakapolda Jambi menarik perhatian publik. Namanya sebelumnya mencuat bersama 25 perwira Polri lain yang dicopot pasca mencuatnya kasus adu tembak di rumah Irjen Ferdy Sambo, peristiwa yang menewaskan ajudan Sambo, Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
Saat tragedi itu terjadi, Benny Ali menjabat sebagai Kepala Biro Provos Divisi Propam Polri dan berada langsung di bawah komando Irjen Ferdy Sambo. Ia menduduki jabatan strategis tersebut sejak 25 Agustus 2021.
Pasca kasus Brigadir J mengguncang institusi Polri, Benny Ali dimutasi sebagai Perwira Tinggi (Pati) Yanma Polri, yang secara efektif mengakhiri perannya di lini pengawasan internal Polri.
Meski sempat tersingkir dari jabatan struktural, penugasan Benny Ali sebagai Wakapolda Jambi dinilai sebagai sinyal kuat kepercayaan kembali dari pimpinan Polri. Penempatan ini juga mencerminkan kebutuhan akan figur perwira senior dengan pengalaman panjang dalam manajemen, operasional, dan penegakan disiplin di daerah.
Brigjen Benny Ali lahir di Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung, Provinsi Lampung, pada 27 September 1968. Ia merupakan alumni SMA Negeri Telukbetung atau SMA Texas angkatan 1987.
Secara angkatan, Benny Ali tercatat lebih senior dibanding Ferdy Sambo. Ia adalah lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1991, satu angkatan dengan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, sementara Sambo merupakan alumni Akpol angkatan 1994.
Rekam jejak Benny Ali di Polri cukup panjang. Ia dikenal berpengalaman di bidang lalu lintas serta pengawasan internal. Sebelum menjabat Karo Provos Divisi Propam Polri, ia pernah mengemban tugas sebagai Kabag Yanduan Divpropam Polri.
Di tingkat kewilayahan, Benny Ali pernah menjabat Kapolres Tulang Bawang, Polda Lampung, pada 2009. Kariernya berlanjut sebagai Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Lampung, kemudian Direktur Lalu Lintas Polda Bengkulu selama dua tahun.
Ia juga pernah dipercaya di bidang pendidikan dan hukum, antara lain sebagai Dosen Utama STIK Lemdikpol pada 2015, Kabidkum Polda Sulawesi Utara, serta Kabag Prodok Ropaminal Divpropam Polri.
Dengan latar belakang pengalaman panjang serta statusnya sebagai perwira senior, penunjukan Brigjen Benny Ali sebagai Wakapolda Jambi menjadi penugasan strategis yang tak lepas dari sorotan publik.
Jabatan ini sekaligus menjadi ujian kepercayaan institusi terhadap figur yang sempat berada di pusaran salah satu kasus terbesar dalam sejarah Polri.

































































Discussion about this post