ADANU – Besarnya nilai kerugian serta adanya pelapor dari kalangan masyarakat sipil hingga sejumlah anggota Polri, termasuk perwira, menjadi perhatian dalam perkara penipuan berkedok rekrutmen Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di lingkungan Polda Jambi.
Penyidik kini mendalami bagaimana dugaan modus yang digunakan sehingga para korban dari berbagai latar belakang diduga percaya dan menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada para terlapor dengan total kerugian sebesar Rp7,8 Miliar.
Fakta menunjukkan terdapat korban dari kalangan perwira Polri menunjukkan dugaan modus yang dijalankan diduga mampu meyakinkan para korban. Namun, penyidik masih mendalami peran masing-masing pihak, pola yang digunakan, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam perkara tersebut.
Kuat dugaan Briptu MD dan Bripda Y tidak bergerak sendirian, kuduanya hanya sopir dan sespri dari Karo SDM Polda Jambi terdahulu yakni Kombes Pol Handoko.
Dalam pendalaman dugaan penipuan berkedok rekrutmen Bintara Polri Tahun Anggaran 2026 di Jambi, muncul pertanyaan mengenai kemungkinan adanya aliran dana yang mengarah kepada Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol Handoko.
Hal itu penyidik maupun Tim Paminal Divpropam Mabes Polri perlu memastikan apakah dalam proses penelusuran perkara ditemukan transaksi keuangan yang mengarah kepada Kombes Pol Handoko, termasuk apakah rekening maupun transaksi keuangannya turut menjadi bag ian dari pendalaman.
Selain itu, apakah nama Kombes Pol Handoko muncul dalam pemeriksaan para saksi dan korban, bukti transfer, percakapan, maupun alat bukti lainnya yang berkaitan dengan perkara tersebut.
Untuk memastikan itu, media ini mencoba mengkonfirmasi kabid Humas Polda Jambi, kata dia perkara itu masih dalam proses.
“Masih proses,” katanya, Senin (10/8/26).
Sementara itu, Eks Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol Handoko saat dikonfirmasi ikhwal namanya yang dikaitkan dalam dugaan penipuan rekrutmen bintara polri di Polda Jambi
Sementara itu, eks Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol Handoko saat dikonfirmasi menyebutkan dia tidak tidak mengetahui bahwa Bripti MD menjanjikan kelulusan Bintara Polri.
“Saya tidak mengetahui aktifitas saudara MD untul menawarkan dan menjanjikan kelulusan Bintara Polri dan sudah pernah saya ingatkan dan saya larang,” katanya, senin (10/8/26).
Selain itu, dia juga tidak melihat melakukan pertemuan yang bersangkutan terkait penipuan rekrutmen Bintara Polri di Polda Jambi.
“Saya tidak pernah melihat pertemuan mereka secara pribadi terkait upaya penipuan bintara Polri, mereka melakukan tanpa sepengatahuan saya sebagai Karo SDM,” tegasnya.


































































Discussion about this post